Lambertus Nicodemus Palar

lambertus nicodemus palar

LAMBERTUS NICODEMUS PALAR

 (1900 – 1981)

 

  1. A.     BIODATA

 

1.

Nama lengkap:Lambertus Nicodemus Palar

2.

Tempat/tgl. lahir:Tomohon, Sulawesi Utara/ 5 Juni 1900

3.

Kebangsaan/Agama:Indonesia/

4.

Nama Ayah:Gerrit Palar
Nama Ibu:Jacoba Lumanauw

5.

Pendidikan:

6.

Istri:Johanna Petronella Palar Volmer

7.

Wafat:13 Februari 1981

 

B. RIWAYAT HIDUP DAN PERJUANGAN

a. Tahun 1945 Palar menjadi anggota Komisi Indonesia dari Partai Buruh Sosial Demokrat/ Sociaal Democratische Arbeiders Partij (SDAP) pada 20 November 1945 menjadi  anggota parlemen (Tweede Kamer). Ia menerima keanggotaan dengan mengajukan syarat, asalkan tuntutan perjuangan kemerdekaan Indonesia tidak dihentikan.

Maret 1947 Palar berkunjung ke Indonesia untuk studi banding seizin partainya bertemu Presiden Soekarno, Wakil Presiden Moh. Hatta, Perdana Menteri Syahrir, sahabat-sahabatnya. 12 Mei 1947 kembali ke Belanda membawa pesan agar pemerintah Belanda lebih bersifat progessif dalampengakuan atas perjuangan Indonesia.

b.  Setelah 21 Juli 1947, serangan Belanda “Aksi Polisionil ke I” Palar keluar dari partai, karena partainya menyetujui serangan itu, ia meletakkan jabatan sebagai Anggota Parlemen Tweede Kamer.

Bulan Agustus  1947, Palar dengan istrinya  kembali ke Indonesia dan bergabung dengan perjuangan kemerdekaan Indonesia melawan Kolonialisme Belanda, Ia meninggalkan kehidupan yang mapan, memilih perjuangan yang tidak tentu hari depan.

c. 12 Agustus 1947, Indonesia diundang secara resmi diterima dalam sidang Dewan Keamanan PBB. Palar ditunjuk sebagai  Pimpinan Delegasi RI sejak itu Palar menjadi Pejuang Diplomasi yang tangguh dari RI.

Menjadi akrab dengan Menteri Luar Negeri  Amerika Serikat Jenderal  George C Marshal.

d. Serangan ke II Belanda pada 19 Desember 1948, Palar dalam diplomasinya memaksa Belanda melakukan genjatan senjata dengan RI, tanggal 31 Desember 1948.

Manuver Palar menghasilkan keluarnya Resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa Bangsa tanggal 28  Januari 1949 yang intinya mengharuskan Belanda melanjutkan perundingan dengan RI untuk menyerahkan kedaulatan atas Hindia Belanda.

e. Setelah serangan Umum 1 Maret 1949 oleh Pasukan RI atas Yogyakarta, tanggal 10 Maret 1949 dan 14 Maret 1949 Palar berpidato di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) yang menjelaskan serangan tersebut sambil mengancam apabila Belanda tetap menolak berunding dengan RI ia akan menyerahkan penyelesaian konflik RI Belanda kepada Gerilya dan rakyat Indonesia dan menghentikan perundingan. Pidato-Pidato ini membuat dunia internasional tahu eksistensi Indonesia dan perlawanannya terhadap Belanda.

f. Sebagai diplomat, Palar berhasil menyakinkan Dewan Keamaman PBB untuk mengeluarkan Resolusi guna melepaskan Presiden dan Wakil Presiden RI dari tawanan di Bangka. dan mengosongkan daerah Yogya dari Pasukan Belanda disusul dengan Konfrensi Meja Bundar di Den Haag yang menghasilkan keputusan Belanda menyerahkan kedaulatan atas Hindia Belanda kepada Republik Indonesia Serikat.

 

Posted in Pahlawan Nasional.