Hi Nani Wartabone

H Nani Wartabone bwHi Nani Wartabone mulai berjuang tahun 1923 ketika mendirikan dan menjadi Sekretaris “Jong Gorontalo” di Surabaya dan kemudian pada tahun 1928 menjadi Ketua PNI. Cabang Gorontalo . Juli 1931 Hi Nani Wartabone memimpin Rapat Cabang PNI Gorontalo, dan berani melawan usaha pihak kolonial yang ingin membubarkan rapat tersebut dengan mendemontrasikan nyanyian lagu “Indonesia Raya” yang ikuti oleh seluruh peserta rapat .
Pada tahun 1941 Hi Nani Wartabone memprakarsai pembentukan organisasi rahasia Komite 12 yang anggota-anggotanya terdiri dari wakil-wakil partai di Gorontalo untuk menghadapi perang Pasifik . Kemudian Tanggal 23 Januari 1942 Hi Nani Wartabone memimpin pemberontakan dan pengambilalihan kekuasaan di Gorontalo dari tangan Kolonial Belanda dan memproklamasikan Gorontalo merdeka sebelum tentara Jepang tiba di Gorontalo. Tanggal 6 Juni 1943 Hi Nani Wartabone menolak jabatan Gunco di Gorontalo yang ditawarkan pemerintah Jepang, tetapi justru memilih berjuang ke kampung halaman. Bulan Desember 1943 Hi Nani Wartabone ditangkap tentara Jepang dan dipenjarakan di Manado, Sulawei Utara atas tuduhan menyiapkan pemberontakan dan dibebaskan setelah jatuhnya Perdana Menteri Jepang Tojo .
Pada tanggal 15 Agustus 1945 saat Jepang menyerahkan pemerintah kepada Hi Nani Wartabone dan pada tanggal 16 Agusturs 1945Hi Nani Wartabone mengadakan upacara kenaikan kembali “Sang Saka Merah Putih” di halaman bekas kantor .
Pada tanggal 28 Agustus 1945 Hi Nani Wartabone dapat menguasai Telekomunikasi Radio Jepang, baru masa rakyat dapat mengetahui adanya Proklamasi Kemerdekaan RI yang diproklamirkan oleh Soekarno Hatta pada tanggal 17 Agustus 1945, hal mana telah menambah semangat perjuangan di daerah Gorontalo tanggal 1 September 1945 Hi Nani Wartabone membentuk Dewan Nasioanal terdiri dari 17 orang. Selanjutnya pada bulan Agustus 1946 Hi Nani Wartabone dijatuhi hukuman 15 tahun.
Pada tanggal 23 Desember Hi Nani Wartabone dibebaskan dari penjara Cipinang dengan syarat tidak diperbolehkan memasuki Indonesia Timur . Tahun 1958 memimpin penumpasan terhadap pemberontak Permesta di Gorontalo .
Pada tanggal 3 Januari 1986 Hi Nani Wartabone meninggal dunia di Gorontalo dan dimakamkam di pemakaman keluarga di Gorontalo.
Tanda jasa/penghargaan yang pernah didapatkan oleh beliau antara lain :
a. Surat Penghargaan membantu gerakan Angkatan Perang RI ;
b. Perintis Kemerdekaan ;
c. Veteran Pejuang Kemerdekaan Indonesia ;
d. Bintang Mahaputra Utama .
Atas jasa-jasanya terhadap bangsa dan negara. Pemerintah menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada Almarhum Hi Nani Wartabone berdasarkan Keputusan Presiden RI. No. 085/KT/Tahun 2003 tanggal 6 November 2003.

Posted in Pahlawan Nasional.