Prof. Dr. Hazairin, SH

Prof DR Hazairin bwKetika menjadi Residen Bengkulu merangkap Wakil Gubernur Sumatera Selatan, pada saat Belanda melancarkan agresi militer ke-II tahun pada tahun 1948, Prof Dr. Hazairin, SH bersama-sama kekuatan tentara dan rakyat secara aktif memberikan dorongan semangat perjuangan melawan pasukan Belanda.
Dalam mewujudkan cita-cita kemerdekaan, Hazairin telah menunjukkan jiwa pengorbanan yang besar dengan bergerilya di hutan belantara Bukit Barisan bersama dengan keluarga. Beliau juga memimpin langsung secara aktif mengadakan pertemuan dengan para pamong praja untuk mengorbankan semangat perjuangan rakyat, semangat persatuan dan kesatuan.
Pada tahun 1949 Hazairin membantu perjuangan secara swadana untuk membiayai kebutuhan logistik Tentara Keamanan Rakyat (TKR) di Wilayah Karesidenan Bengkulu .
Pada masa agresi militer Belanda ke II, Hazairin merupakan salah seorang tokoh yang menjadi incaran / sasaran penangkapan Belanda tetapi sering kali gagal, bahkan atas perintah beliau kepada pasukan TKR yang berhasil menghancurkan seluruh jembatan yang ada di Karesidenan Bengkulu hingga perbatasan Padang, Palembang dan Lampung dalam rangka menghambat serbuan dan gerak maju pasukan Belanda . Pada masa perang kemerdekaan Hazairin telah menunjukan perannya yang menonjol dalam perjuangan yaitu ketika menjadi Wakil Gubernur Muda Propinsi Sumatera, beliau mengeluakan kebijakan pencetakan uang kertas (Uang Hazairin) yang berlaku sejak 1 Desember 1947 sampai 27 Desember 1949 di dalam daerah Karesidenan Bengkulu.
Dengan adanya uang Hazairin tersebut roda perekonomian rakyat (khususnya Karesidenan Bengkulu) yang semula mengalami kesulitan untuk membeli kebutuhan bahan makanan karenanya langkanya mata uang RI, dapat berjalan kembali. Bahkan uang kertas tersebut berlaku hinggaLampung. Dengan uang kertas Hazairin kebutuhan seragam Tentara Keamanan Rakyat (TKR) beserta logistiknya juga dapat terpenuhi sehingga semangat TKR dan rakyat untuk bergerilya semakin tinggi .
Sebagai seorang pemikir besar di bidang hukum, pada tahun 1956 Hazairin terpilih sebagai anggota Dewan Konstituante sampai tahun 1959 . Hazairin juga sangat produktif dalam menghasilkan karya ilmiah di bidang hokum, diantara buku karangannya tersebut sering dijadikan sebagai rujukan di Perguruan Tinggi misalnya Hukum Kewarisan Menurut Al-Qur’an (1958), buku Demokrasi Pancasila (1970) .
Pemikiran-pemikiran di bidang Hukum sangat berpengaruh dalam kehidupan bermasyarakat antara lain :
a. Hazairin penentang keras Teori Resepsi (Receptie) yang disebutnya sebagai teori iblis.
Teori ini merupakan produk zaman kolonial Belanda yang dinilai sangat mengganggu dan menentang iman orang Islam. Menurut teori ini bahwa hukum Islam bukanlah merupakan suatu hukum. Ditambahkan bahwa hukum tersebut dapat diaplikasikan sebagai hukum bila telah menjadi hukum adat. Tergantung kepada kesediaan masyarakat adat penduduk setempat untuk menjadikan hukum Islam.
b. Hazairin sangat berperan secara nasional dalam pembangunan bidang hokum, ketika menjadi anggota Lembaga Pembinaan Hukum Nasional (LPHN) yang pada tanggal 28 Mei 1962 LPHN berhasil menetapkan hukum kekeluargaan yang dalam pasal 12 disebut bahwa : “Diseluruh Indonesia hanya berlaku sistem kekeluargaan yaitu parental yang diatur dengan undang-undang, dengan menyesuaikan sistem-sistem lain yang terdapat dalam hukum adat kepada sistem parental”.
Hazairin juga mempunyai peran yang besar dalam bidang pendidikan, sebagaimana beliau tunjukkan ketika menjadi dosen di berbagai universitas dan perguruan tinggi terkenal lainnya . Dalam bidang pemerintahan Hazairin mempunyai peran yang sangat besar yaitu merupakan salah seorang yang mempersiapkan proses penyelenggaraan Pemilihan Umum pertama di Indonesia pada tahun 1955 dalam kedudukannya sebagai Menteri Dalam Negeri.
Pada tanggal 11 Desember 1975, Hazairin meninggal dunia di Jakarta, dan jenazahnya dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Nasional (TMPN) Kalibata Jakarta. Atas jasa-jasanya terhadap bangsa dan negara, Pemerintah RI. menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada Hazairin berdasarkan SK. Presiden RI No. 074/TK/1999, tanggal 13 Agustus 1999 .

Posted in Pahlawan Nasional.