Tjilik Riwut

Tjilik Riwut bwTjilik Riwut Dilahirkan di Kasongan Kalimantan Tengah Pada Tanggal 2 Februari 1918, pada tahun 1938 Tjilik Riwut bersama kawan-kawannya mendirikan Organisasi Pakat Dayak di Banjarmasin dengan tujuan utama mengangkat Derajat Suku Dayak dari ketertinggalan baik di bidang politik, sosial, ekonomi, maupun budaya serta mempersatukan seluruh masyarakat Suku Dayak.
Pada tahun 1946 dalam rangka mempersatukan Suku Dayak di pedalaman Kalimantan, Tjilik Riwut dipercaya mewakili 142 Suku Dayak untuk menyatakan sumpah setia mendukung eksistensi Pemerintah RI melalui upacara adat leluhur suku dayak di Istana Kepresidenan (Gedung Agung) Yogyakarta.
Masih pada tahun 1946, Tjilik Riwut memimpin 11 utusan Pemerintah RI untuk bertermpur melawan Belanda di Daerah Pangkalan Bun, Teluk Bogam, Sungai Rangas dan Kotawaringin, Kalimantan Tengah. Ia juga memimpin rombongan IV Pasukan MN 1001 berangkat dari Pekalongan ke Kalimantan untuk membangun dukungan bagi Kemerdekaan RI di Kalimantan, dengan tugas :
a. Membentuk pasukan setempat untuk menyebarkan semangat perjuangan rakyat.
b. Membentuk Pemerintahan Sipil Republik Indonesia di daerah-daerah.
c. Memberikan penerangan kepada rakyat tentang Proklamasi Kemerdekaan RI.
Pada tanggal 17 Oktober 1947, Tjilik Riwut memimpin operasi penerjunan pasukan payung pertama di dalam sejarah angkatan bersenjata RI, di desa Sarabi dekat Rantapulut Kotawaringin Barat (Kalimantan Tengah). Di kemudian hari peristiwa tersebut ditetapkan sebagai Hari Pasukan Khas TNI AU yang diperingati setiap tanggal 17 Oktober.
Ketika menjabat Gubernur Kepala Daerah Provinsi Kalimantan Tengah (1957 – 1967) Tjilik Riwut telah merintis dan mempelopori pembangunan Kota Palangkaraya sebagai ibukota Provinsi Kalimantan Tengah yang semula berasal dari hutan lebat.
Tjilik Riwut juga dikenal dan berperan besar dalam proses pembaharuan pembangunana sistem administrasi pemerintahan di Kalimantan. Hingga akhir hayatnya Tjilik Riwut telah dipercaya menduduki jabatan baik dalam pemerintahan Sipil maupun militer, terakhir ia menjadi anggota DPR/MPR RI (1977-1987), sedangkan karirnya dalam bidang militer Tjilik Riwut berpangkat Marsekal Pertama Kehormatan TNI-AU.
Tjilik Riwut meninggal dunia pada tanggal 17 Agustus 1987 dan jenazahnya dimakamkan di Semanan – Lampang, Palangkaraya. Atas jasa-jasanya Pemerintah RI menganugerahkan gelar pahlawan Nasional melalui SK Presiden No. 107/TK/1998, tanggal 6 November 1998.

Posted in Pahlawan Nasional.