NY. HJ. Fatimah Siti Hartinah

NY. HJ. Fatimah Siti Hartinah

A. BIODATA.
l. NamaLengkap : NY. HJ. FATIMAH SITI HARTINAH
SOEHARTO
2. Tempat, Tanggal Lahir : Surakarta (Solo), 23 Agustus 1923
3. S u a m i : Jenderal TNI (Purn) H. Mohammad Soeharto
4. Orang Tua
a. Ayah : K.P.H. Soemoharyomo (Almarhum)
b. Ibu : Hj. K.B.R.Ay. Soemoharyomo (Almarhumah)
5. Anak : 6 orang (3 laki-laki dan 3 perempuan) terdiri :
a. Hj. Siti Hardianti Hastuti
b. Sigit Harjojudanto
c. H. Bambang Trihatmojo
d. Hj. Siti Hediati Hariyadi, SE.
e. H. Hutomo Mandala Putra
f. Ir. Siti Hutami Endang Adiningsih
6. Tempat, Tgl. Meninggal : Jakarta 28 April 1996
7. NaikHaji : Tahun 1991
8. Umroh : Tahun 1977 dan tahun 1995

 

 

B. RIWAYAT JABATAN.
1. Ketua Umum Ria Pembangunan
2. Penasehat Utama Dharma Wanita
3. Penasehat Utama Dharma Pertiwi
4. Penasehat Utama Persit Kartika Chandra Kirana
5. Sesepuh Persatuan Isteri Purnawirawan ABRI (PERIPABRI)
6. Wakil Ketua / Ketua Bidang Keuangan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka (1983 – 1993) / Penanggung Jawab Proyek Pembangunan Gedung Kwarnas Pramuka dan sejak 1993 sampai wafatnya sebagai Anggola Mabinas.
7. Pelindung Ikatan Keluarga Pahlawan Nasional Indonesia (IKPN1)
8. Ketua Umum Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia (IKGTKI)
9. Penasehat Utama Persatuan Isteri Veteran RI (PIVERI)
10. Ketua Kehormatan DPP Korps Wanita Veteran RI (KOWAVERI)
11. Pelindung Induk Koperasi Veteran RI (INKOVERI)
12. Pelindung Nasional Women’s International Club (WIC)
13. Ketua Yayasan Harapan Kita (YHK)
14. Ketua BP-3 Taman Mini Indonesia Indah (BP3-TMII)
15. Ketua Dewan Penyantun RS Anak & Bersalin “Harapan Kita”
16. Ketua Dewan Penyantun RS Jantung ”Harapan Kita”
17. Ketua Umum Yayasan Mangadeg Surakarta
18. Pendiri/Ketua Yayasan Kartika Jaya
19. Sesepuh Keluarga Besar Wirawati Catur Panca
20. Pendiri/Ketua Yayasan Karya Bhakti Ria Pembangunan
21. Pelindung Yayasan Paraplegia Yudha Kencana Bhakti
22. Pelindung Persatuan Wanita Olahraga Seluruh Indonesia (PERWOSI)
23. Ketua Kehormatan Perhimpunan Pemberantasan Tuberculosa Indonesia.
24. Ketua Penasehat Badan Kerjasama Usaha Pembinaan Warga Tama.
25. Pelindung Gabungan Pengusaha Jamu dan Obat Tradisional Indonesia
26. Pelindung Yayasan Kesejahteraan Anak Indonesia (YKAI)
27. Pelindung Himpunan Wanita Karya (HWK)
28. Pelindung Yayasan Nakula Sadewa
29. Pelindung KOWANI
30. Pelindung Dewan Nasional Indonesia untuk Kesejahteraan Sosial
31. Pelindung Dewan Kerajinan Nasional (DEKRANAS)
32. Ketua Umum Yayasan Dana Gotong Royong Kemanusiaan (YDGRK)
33. Ketua Umum Yayasan Purna Bhakti Pertiwi (YPBP)
34. Pelindung Utama Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Pusat
35. Pelindung Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC)
36. Pelindung Save Our Soul (SOS) Desa Taruna
37. Ketua Kehormatan Palang Merah Indonesia (PMI)
38. Pelindung Persatuan Bowling Indonesia
39. Pelindung Yayasan Asma Indonesia
40. Pelindung Yayasan Persatuan Penyandang Cacat Indonesia (PPCI)
41. Pelindung Yatnawati Kartini
42. Pelindung Yayasan Bhakti Pertiwi Sejahteraan
43. Anggota Badan Pendiri Yayasan Serangan Umum 1 Maret 1949
44. Sesepuh Golkar
45. Pelindung Perhimpunan Anggrek Indonesia (PAI)
46. Pelindung Utama Gabungan Organisasi Penyelenggara Taman Kanak-kanak Indonesia (GOPTKI)
47. Pemrakarsa/Ketua Penanggung Jawab Pelaksana Pembangunan Museum Puma Bhakti Pertiwi
48. Pemrakarsa/Ketua Penanggung Jawab Pelaksanaan Pembangunan Agrowisata Taman Buah Mekarsari
49. Ketua Umum Badan Pendiri Yayasan Dharma Kusuma.
50. Pembina Laskar Putri Indonesia (LPI)
51. Pelindung Perhimpunan Kebun Binatang Seluruh Indonesia (PKBSI)
52. Pelindung Himpunan Pandu dan Pramuka Wreda (HIPRADA)
53. Pelindung Persatuan Penyantun Mata Tuna Netra Indonesia (PPMTI)
54. Pelindung Persatuan Wanita Republik Indonesia (PERWARI)
55. Pelindung Yayasan Jantung Indonesia.

 

 

C. TANDA KEHORMATAN DAN TANDA PENGHARGAAN YANG DIMILIKI:
1. Dari Pemerintah Republik Indonesia
a. Bintang Republik Indonesia Adipradana Tahun 1973
b. Bintang Gerilya Tahun 1987
c. Bintang Budaya Parama Dharma Tahun 1992
d. SatyaLencana Kebaktian Sosial Tahun 1991
e. Satyalancana Tunas Kencana Pramuka
f. Veteran Pejuang Kemerdekaan RI Tahun 1981
g. Medali Adimanggalnya Krida dari Menpora Tahun 1995
2. Dari Pemerintah Manca Negara terdiri dari
a. Kroon Orde (Huis Orde van Oranje) dari Belanda Tahun 1970
b. Grand Cordon of The Order of Sheba dari Ethiopia Tahun 1968
c. First Class of Order of The Precious Crown dari Jepang Tahun 1988
d. Sonderstufe des Cross Kreuzes (Special Order of The Grand Cross) dari Republik Federasi Jerman Tahun 1970

e. Grand Croix de L’ordre Royal de Siwathora dari Kamboja Tahun 1968
f. The Grand Order of Mugunghwa dari Korea Selatan Tahun 1981
g. Cordon of The Order of Kuwait First Class (Wizman el-Kuwait dzu el-Wisah) dari Kuwait Tahun 1978
h. Darjah Utama Sen Mahkota Negara (DMN) dari Malaysia Tahun 1970
i. Supreme Class of The Order of Al Kamal dari Mesir Tahun 1978
j. Grand Croix de L’Ordre National Du Merite dari Perancis Tahun 1973
k. The Order of The Golden Heart dari Philipina Tahun 1968
l. The Order of The Tudor Vladimirescu Class dari Rumania Tahun 1983
m. Ommayad Zur Rozziah (Zou Al Ressieah) dari Syria Tahun 1978
n. Banda de Dama de la Orden Americanade
Isabel La Catolica dari Spanyol Tahun 1988
o. Knight Grand Cross of The Most Illustrious Order of chula Chon Klao (First Class) dari Thailand Tahun 1970
p. Grand Cordon of The Jewelwed Al-Nanda
(Order of Renaissance) dari Yordania Tahun 1986
q. Grand Cordon of The Yugoslav Star dari Yugoslavia Tahun 1983
r. Order del Libertador Grand Cordon dari Venezuela Tahun 1988
D. RIWAYAT PERJUANGAN
Pengalaman Almarhumah dibidang keorganisasian telah diawali sejak masih remaja yaitu aktif di dalam Kepanduan (Pramuka) Dan pada masa pendudukan Jepang, Almarhumah menjadi anggota organisasi Wanita Fujinkai.
Pada saat perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia, Almarhumah ikut menerjunkan diri dalam kancah perjuangan sebagai anggota Laskar Puteri Indonesia. Disamping itu juga aktif di Palang Merah Indonesia untuk memberikan bantuan kepada para prajunt yang memerlukan bantuan sebagai akibat peperangan di garis depan.
Kesetiaan dan ketangguhan dalam perjuangan membela keadilan dan kebenaran demi persatuan dan kesatuan bangsa juga ditunjukan oleh Almarhumah sebagai pendamping setia Bapak Presiden Soeharto pada saat beliau selaku Pangkostrad menumpas pemberontak G 30 S/PKI.
Sebagai Ibu Negara, Almarhumah selalu berusaha memperkenalkan Wajah Indonesia beserta budayanya kepada negara-negara sahabat dengan menampilkan hal – hal yang merupakan ciri khas budaya Indo­nesia seperti makanan, tarian dan penataan ruangan, pada saat diadakan jamuan kenegaraan.
Semangatnya untuk membina persatuan dan kesatuan serta upaya pengembangan budaya bangsa, tercermin di dalam prakarsanya membangun Taman Mini Indonesia Indah (TMII) yang selesai pembangunannya pada tahun 1975, dan senantiasa dikembangkan sehingga TMII ini bukan saja merupakan salah satu kebanggaan bangsa Indonesia melainkan juga dikagumi dan banyak dicontoh negara-negara lain.
KeluarnyaUndang-UndangNo.: 1/1974 tentang Perkawinan merupakan bagian yang tak terpisahkan dari perjuangan Almarhumah Ibu Tien Soeharto. Undang-Undang Perkawinan tersebut merupakan wujud nyata kesungguhan Almarhumah di dalam upaya mengangkat harkat dan martabat kaum isteri, utamanya dikalangan Pemerintah dan ABRI.
Peranannya sangat menonjol dalam upaya membantu meningkatkan kesejahteraan rakyat melalui berbagai program dan kegiatan kesejahteraan ibu dan anak, kepemudaan dan kepramukaan, pendidikan pembinaan dan peningkatan kesejahteraan sosial anak terlantar, fakir miskin, penyandang cacad dan golongan penduduk yang kurang beruntung dalam kehidupannya. Demikian pula beliau memprakarsai pendirian rumah sakit (antara lain RS. Anak dan Bersalin, RS. Jantung Harapan Kita, RS. Kanker Dharmais). Disamping itu melalui berbagai Yayasan Harapan Sosial yang langsung dipimpinnya antara lain Yayasan Harapan Kita dan Yayasan Dana Gotong Royong Kemanusiaan merupakan bukti bahwa Almarhumah mempunyai komitmen yang sangat tinggi terhadap kemajuan bangsa dan negara melalui berbagai program dan kegiatan kemasyarakatan, kebudayaan dan sosial kemanusiaan.
Perhatiannya terhadap kemajuan dibidang pendidikan serta upaya peningkatan minat baca masyarakat Indonesia diwujudkan didalam prakarsa Almarhumah mendirikan Perpustakaan Nasional.
Prakarsa Almarhumah membangun Taman Bunga, Taman Anggrek serta Taman Buah merupakan perwujudan dan perhatian Almarhumah yang besar terhadap perkembangan berbagai tanaman di Indonesia yang akan dapat meningkatkan kesejahteraan petani khususnya petani bunga dan buah-buahan.
Sebagai Ibu Negara yang setia, berwawasan luas dan penuh pengabdian pada bangsa dan negara, telah ditunjukkan Almarhumah sebagai pendamping setia Kepala Negara selama 30 Tahun. Dalam waktu tersebut Almarhumah turut memberikan sumbangan yang sangat besar bagi kemajuan bangsa dan negara dengan berbagai hasil-hasil pembangunan nasional yang telah dicapai Bangsa Indonesia.
Beliau wafat pada tanggal 28 April 1996 di Jakarta Jenazahnya dimakamkan di makam keluarga ”Astana Giribangun”, Kec. Matesih, Kab. Karanganyar, JawaTengah. Pemerintah RI menganugerahkan Gelar Pahlawan Nasional dengan Keputusan Presiden No. 060/TK/Tahun 1996 tanggal 30 Mei 1996.

Posted in Pahlawan Nasional.