Dr. Ir. Soekarno

Ir Soekarno bwDia dikenal sebagai seorang Maha Pecinta, karena ia mencintai negerinya, ia mencintai rakyatnya, ia mencintai seni, ia mencintai wanita, dan lebih dari segalanya ia mencintai dirinya. Dia sering pula disebut sebagai seorang manusia perasaan dan putra sang fajar. Dialah Soekarno.
Soekarno seorang putra Indonesia yang besar, karena dia lah yang bersama-sama Bung Hatta telah mengambil keputusan paling bersejarah, mengumandangkan Proklamasi kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus” 1945. Dengan Proklamasi Kemerdekaan itulah bangsa Indonesia menjadi bangsa yang merdeka, terangkat derajat dan martabatnya di mata bangsa-bangsa di dunia.
Tanpa Proklamasi Kemerdekaan itu kita mungkin tetap menjadi bangsa yang hina dan terbelakang. Dan dengan Proklamasi Kemerdekaan itu pulalah kita sekarang telah berdiri tegak dan sejajar secara terhormat dengan bangsa-bangsa merdeka dan berdaulat lainnya di dunia ini. Dan karena Kemerdekaan Nasional itu kita sekarang dapat setapak demi setapak melaksanakan pembangunan untuk mendekati cita-cita kemerdekaan kita ialah masyarakat yang maju, sejahtera, adil dan makmur berdasarkan Pancasila.
Soekarno, Presiden Republik Indonesia yang pertama dilahirkan di Surabaya pada tanggal 6 Juni 1901 bersamaan dengan saat terbitnya sang Fajar. Soekarno lahir dari seorang Ibu berasal dari Bali bernama Ida Nyoman Rai, dan seorang ayah bernama Raden Sukemi Sosrodihardjo, seorang guru berasal dari Blitar, Jawa Timur.
Soekarno dilahirkan dalam lingkungan kelas bangsawan, karena sang Ibu berasal dari keturunan bangsawan Bali, dan ayahnya dari kalangan bangsawan (Sultan) Kediri, tetapi Soekarno selalu menyerahkan perhatian dan pengabdiannya untuk kemerdekaan rakyat.
Soekarno termasuk salah seorang penduduk pribumi yang beruntung pada jamannya, karena dapat menikmati pendidikan cukup yang hal ini tidak dimiliki oleh semua orang pribumi. Mula-mula Soekarno bersekolah di Volkschool (Sekolah Rakyat), Standard School, Europeesche Largere School di Sidoarjo, Jawa Timur. Kemudian pada tahun 1915 ia melanjutkannya di HBS Surabaya, dan lima tahun kemudian melanjutkan di THS (Sekolah Tinggi Tehnik) di Bandung. Masa pendidikan di Perguruan Tinggi dapat diselesaikannya pada tahun 1925 dengan menyandang Sarjana Tehnik atau Insinyur.
Selama perjalanan hidupnya, Soekarno telah pula menerima berbagai gelar penghormatan di bidang Ilmu Pengetahuan (Doctor Honoris Causa) tidak kurang dari 25 Universitas baik di dalam negeri maupun luar negeri.
Sementara itu kegiatannya di bidang kemasyarakatan dan politik telah dipelajarinya sejak Soekarno masih menjadi pelajar atau mahasiswa. la banyak belajar tentang politik dari seorang politikus kesohor bernama Haji Omar Said Tjokroaminoto. Bahkan Soekarno pernah ikut tinggal bersamanya ketika masih di Surabaya.
Pada tahun 1925 Soekarno mendirikan dan menjadi Ketua Algemeene Studie Club (ASC) di Bandung, yaitu suatu perhimpunan pelajar/mahasiswa yang berjiwa nasionalisme. Kemudian pada tahun 1927 bersama-sama dengan Mr. Sunario, Soekarno mendirikan sebuah organisasi pergerakan yaitu Perserikatan Nasional Indonesia, yang kemudian pada bulan Mei 1928 diubah namanya menjadi Partai Nasional Indonesia (PNI).
Pada tanggal 29 Desember 1928 bersama-sama dengan Gatot Mangkuprodjo, Maskun dan Supriadinata, Soekamo ditangkap oleh Pemerintah Hindia Belanda karena dicurigai melakukan kegiatan agitasi menentang Pemerintah, sehingga mereka diajukan ke meja pengadilan atau Landraat. Setelah menjalani proses peradilan selama l(satu) tahun akhirnya pada tanggal 22 Desember 1930 mereka dijatuhi hukuman 4 tahun penjara oleh Landraat di Bandung. Dengan ditangkapnya para pemimpin PNI ini, akhirnya PNI membubarkan diri.
Namun masa hukuman tidak sampai dijalani sepenuhnya selama 4 tahun, karena pada bulan Desember tahun berikutnya mereka telah dibebaskan kembali. Sekeluarnya dari hukuman, kemudian Soekarno masuk menjadi anggota Partindo (Partai Indonesia). Setahun kemudian, yaitu pada bulan luli 1933 ia ditangkap lagi oleh Pemerintah Hindia Belanda dengan tuduhan melakukan kegiatan agitasi anti Pemerintah Hindia Belanda, yang membawa akibat Soekarno dibuang ke Endeh (Flores).
Setelah empat tahun dalam pembuangan di Endeh, kemudian pada tahun 1937 dipindahkan pengasingannya ke Bengkulu dan setelah pecahnya Perang Dunia II ia dipindah lagi ke Padang. Akhirnya dengan pengambil alihan kekuasaan pemerintah dari Pemerintah Hindia Belanda oleh Pemerintah Pendudukan Jepang. Soekarno dibebaskan dari hukuman pembuangan, pada tahun 1942.
Pada awal masa Pendudukan Jepang, Soekarno bersama dengan Drs. Moh. Hatta, Ki Hajar Dewantoro dan K.H.M. Mansur mendirikan dan memimpin ”Pusat Tenaga Rakyat” atau PUTERA. Pada bulan September 1943 Soekarno diangkat menjadi Ketua ”Tjuoo Sangi In” (Dewan Penasehat Pusat), disamping juga menjadi pemimpin ”Djwa Hookookai” (Pengganti Putera). Dan pada bulan Agustus 1945, menjelang Proklamasi Kemerdekaan RI Soekarno terpilih sebagai Ketua Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia.
Pada tanggal 17 Agustus 1945 Soekarno bersama-sama dengan Moh. Hatta memproklamasikan Kemerdekaan Republik Indonesia di Jl. Pegangsaan Timur 56 (Jl. Proklamasi 56 – Sekarang), dan sehari kemudian ia terpilih sebagai Presiden Republik Indonesia yang pertama didampingi Moh. Hatta sebagai Waki/ Presiden. Dalam Agresi Militer Belanda ke II
tahun 1948 Soekarno dan Hatta serta beberapa pemimpin Republik lainnya ditawan Belanda untuk kemudian berturut-turut diasingkan ke Prapat, kemudian Bukit Manumbing, Bangka.
Tanggal 6 Juli 1949 ia kembali ke Yogyakarta, dan pada 16 Desember 1949 dilantik menjadi Presiden Republik Indonesia Serikat. Pada tanggal 17 Agustus 1950 dilantik menjadi Presiden Negara Kesatuan Republik Indonesia dan pada tanggal 5 Juli 1959 ia mengeluarkan Dekrit Presiden tentang kembali ke UUD’45. Soekarno wafat pada tanggal 21 Juni 1970, dan berdasarkan Keputusan Presiden No. 081/TK/Tahun 1986 tanggal 23 Oktober 1986 dikukuhkan sebagai Pahlawan Proklamator.

Posted in Pahlawan Nasional.